Article
25 Jun 2025
1. Pahami
Alasan di Baliknya
Quiet quitting sering terjadi karena orang
merasa lelah dengan ekspektasi kerja yang berlebihan tanpa imbalan yang
sepadan. Coba pahami dulu alasannya, jangan langsung menghakimi. Tanyakan apa
yang mereka butuhkan agar bisa bekerja dengan lebih nyaman.
2. Bangun
Komunikasi yang Terbuka
Jangan biarkan masalah berlarut-larut.
Ajak ngobrol dengan cara yang santai dan jujur. Tanyakan apa yang membuat
mereka merasa kurang termotivasi dan dengarkan tanpa menghakimi. Komunikasi
yang terbuka bisa membantu menemukan solusi bersama.
3. Hargai
Batasan dan Keseimbangan Hidup
Generasi sekarang sangat menghargai
work-life balance. Jadi, hargai batasan mereka antara pekerjaan dan kehidupan
pribadi. Jangan memaksa mereka untuk terus lembur atau bekerja di luar jam
kerja yang seharusnya.
4. Beri
Apresiasi dan Pengakuan
Salah satu alasan quiet quitting adalah
kurangnya apresiasi. Coba beri penghargaan atau ucapan terima kasih atas usaha
yang sudah mereka lakukan. Pengakuan sederhana bisa sangat berarti dan bikin
mereka merasa dihargai.
5. Ciptakan
Lingkungan Kerja yang Sehat dan Fleksibel
Buat lingkungan kerja yang mendukung,
fleksibel, dan tidak kaku. Berikan kesempatan untuk berkembang dan dengarkan
ide-ide mereka. Lingkungan yang nyaman dan suportif bisa mengurangi keinginan
untuk “quiet quitting”.